Tadi malam ia datang ke mimpiku. Semua ketakutan, keraguan, dan rasa rendah diri hilang entah kemana. Tetiba saja aku menjadi pemberani, saat ia datang mengahampiri aku tersenyum padanya dan menyebut namanya. Ia balik tersenyum. Mimpi indah yang belum aku sadari mimpi itu, memberikan rasa bahagia yang menenangkan. Di mimpi itu, aku berjalan kepada sebuah bangunan yang tidak asing yang merupakan manifestasi dari dunia nyata. Saat berada di bangunan itu ia memanggilku, dan tersenyum. Katanya, ia ingin bisa menghubungiku dan karenanya ia memberikan nomor teleponnya kepadaku. Aku senang.
Ia pergi, lalu aku mencoba meneleponnya. Dan kali ini aku bukan sosok yang pemberani lagi. Manifestasi dari rasa takut, minder, dan rendah diri masuk ke dalam mimpi. Terdengar suara wanita yang menjawab telepon itu, aku tanya dimana dia. Namun wanita itu malah mencela, kenapa aku meneleponnya. Aku terus bertanya dimana dia, lalu dia menjawab teleponku dengan suaranya yang khas. Dan perkataannya membuat perasaanku luluh lantah saat itu juga. Katanya : aku emang ngasih nomor nelepon aku, tapi bukan berarti kamu bisa nelepon secepet ini! Sekarang aku lagi presentasi, dan dimarahin dosen gara-gara telepon ini!
Aku lalu menutup telepon itu. Dan saat itu pula aku terbangun.
Terbangun dengan perasaan sedih dan takut yang selama ini melanda. Yang mengahalangi untuk menyatakan bahwa aku suka dia.
08/12/2017
Ia pergi, lalu aku mencoba meneleponnya. Dan kali ini aku bukan sosok yang pemberani lagi. Manifestasi dari rasa takut, minder, dan rendah diri masuk ke dalam mimpi. Terdengar suara wanita yang menjawab telepon itu, aku tanya dimana dia. Namun wanita itu malah mencela, kenapa aku meneleponnya. Aku terus bertanya dimana dia, lalu dia menjawab teleponku dengan suaranya yang khas. Dan perkataannya membuat perasaanku luluh lantah saat itu juga. Katanya : aku emang ngasih nomor nelepon aku, tapi bukan berarti kamu bisa nelepon secepet ini! Sekarang aku lagi presentasi, dan dimarahin dosen gara-gara telepon ini!
Aku lalu menutup telepon itu. Dan saat itu pula aku terbangun.
Terbangun dengan perasaan sedih dan takut yang selama ini melanda. Yang mengahalangi untuk menyatakan bahwa aku suka dia.
08/12/2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar