Ada seorang gadis, dia punya suatu kebiasaan yang bisa dibilang aneh. Setiap kali makan, ia selalu memesan dan menyediakan dua porsi. Akan ada dua piring yang ia bawa. Satu untuknya, dan satu lagi diletakkan di depannya. Ia lalu akan memakan makanannya, dengan porsi yang satunya lagi ia biarkan begitu saja, tidak ia makan dan tidak ada yang memakannya.
Memang tidak terjadi setiap saat, namun akhir-akhir ini semakin sering ia berbuat seperti itu. saat di warteg, penjual merasa tidak ada yang aneh saat seorang perempuan memesan dua porsi, mungkin perempuan dengan porsi besar, pikirnya. namun saat ia melihat piring yang satunya tidak disentuh sama sekali, ia mulai aneh. Ada apa gerangan? Apakah ia kenyang? Apa ia tak suka? atau ada orang lain yang memesannya? Namun sampai wanita itu selesai makan, piring yang satunya tetap utuh tidak tersentuh.
Saat ia membeli nasi goreng di dekat rumahnya, penjual pun tidak merasakan keanehan saat seorang gadis memesan dua porsi. Mungkin dia membelikan untuk orang lain, pikirnya. namun saat melihat gadis itu hanya makan seorang diri dengan seonggok nasi goreng di depannya yang tak dimakan, ia mulai curiga, kenapa memesan dua porsi kalau tidak mau dimakan?
Namun tak ada yang benar-benar tahu dengan alasan sebenarnya ia melakukan itu. orang-orang yang merasa aneh hanya bisa menduga-duga. Baik penjual di warteg, penjual nasi goreng, dan orang-orang yang tidak sengaja melihatnya.
Tidak ada yang tahu bagaimana perasaan gadis itu saat ia makan dan melihat satu porsi di depannya utuh.
Tidak ada yang tahu kalau perasaannya getir setiap kali ia menyuap makanan ke mulutnya namun makanan di hadapannya tidak tersentuh. Tidak ada yang tahu perasaan pahit saat makanannya habis namun makanan di depannya tidak ada yang menghabiskan.
Dan tidak ada yang tahu bagaimana kerinduan menunggu membuatnya berharap terlalu dalam.
Berharap agar seseorang datang dan makan berdua dengannya.
23/03/2018
Memang tidak terjadi setiap saat, namun akhir-akhir ini semakin sering ia berbuat seperti itu. saat di warteg, penjual merasa tidak ada yang aneh saat seorang perempuan memesan dua porsi, mungkin perempuan dengan porsi besar, pikirnya. namun saat ia melihat piring yang satunya tidak disentuh sama sekali, ia mulai aneh. Ada apa gerangan? Apakah ia kenyang? Apa ia tak suka? atau ada orang lain yang memesannya? Namun sampai wanita itu selesai makan, piring yang satunya tetap utuh tidak tersentuh.
Saat ia membeli nasi goreng di dekat rumahnya, penjual pun tidak merasakan keanehan saat seorang gadis memesan dua porsi. Mungkin dia membelikan untuk orang lain, pikirnya. namun saat melihat gadis itu hanya makan seorang diri dengan seonggok nasi goreng di depannya yang tak dimakan, ia mulai curiga, kenapa memesan dua porsi kalau tidak mau dimakan?
Namun tak ada yang benar-benar tahu dengan alasan sebenarnya ia melakukan itu. orang-orang yang merasa aneh hanya bisa menduga-duga. Baik penjual di warteg, penjual nasi goreng, dan orang-orang yang tidak sengaja melihatnya.
Tidak ada yang tahu bagaimana perasaan gadis itu saat ia makan dan melihat satu porsi di depannya utuh.
Tidak ada yang tahu kalau perasaannya getir setiap kali ia menyuap makanan ke mulutnya namun makanan di hadapannya tidak tersentuh. Tidak ada yang tahu perasaan pahit saat makanannya habis namun makanan di depannya tidak ada yang menghabiskan.
Dan tidak ada yang tahu bagaimana kerinduan menunggu membuatnya berharap terlalu dalam.
Berharap agar seseorang datang dan makan berdua dengannya.
23/03/2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar